Our social:

Latest Post

Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts

Pulau Umang

Pulau Umang, The Amazing Umang Island Resort

Pulau Umang 

terletak di selatan ujung kulon yang terletak di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Banten Wisata



Pulau yang hanya seluas 5 Hektar ini tersedia fasilitas yang cukup lengkap Bagi yang senang bermain air dan olahraga, jogging track, outbound,  jet ski, banana boat, atau snorkeling. Ada juga kolam renang yang berbatasan dengan pantai, jadi sambil berenang kita juga bisa menikmati indahnya pantai. Selesai berenang, tersedia jacuzzi untuk memijat tubuh yang pegal. Bila Anda senang untuk bermalas-malasan, ada juga paket spa, dimana kita dapat menikmati pijat dengan aromaterapi disertai suara deburan ombak.

Pulau Umang memiliki pasir putih dan air yang biru jernih, ombaknya pun relatif tenang sehingga pulau ini cocok dijadikan destinasi wisata keluarga. Disamping itu, terumbu karangnya yang sehat mampu menampilkan gambar-gambar menarik jika diabadikan di dalam kamera.
Perairan di pulau ini masih banyak terdapat ikan. Di dekat dermaga, kita dapat melihat kumpulan ikan yang berkelompok. Ini dapat menjadi tempat untuk Anda yang mempunyai hobby memancing. Untuk anak-anak, ada juga berbagai permainan untuk anak seperti ayunan, trombolin, dll.

Kita juga dapat bersantai di gazebo yang terdapat di depan masing-masing suites tempat kita menginap dan berada tepat di pantai. Tempat yang ideal untuk menikmati sunrise atau sunset. Saat makan malam suasana romantis bisa Anda dapatkan bila ingin makan di tepi pantai sambil mendengar suara ombak. Atau bisa juga di dalam cafe sambil mendengarkan alunan lagu yang dilantunkan penyanyi.


 

Pulau Oar

Tidak jauh dari pulau umang terdapat pulau oar pulau yang masih alami karena belum dikelola dengan serius.
untuk dapat menuju pulau oar kita bisa menggunakan kapal nelayan yang disediakan dari Pulau Umang atau juga dengan jasa travel agent untuk bias sampai pulau ini.

 Berbagai jenis kerang-kerangan masih banyak di tempat ini, anda juga bias melakukan aktivitas snorkeling, jet ski, atau melakukan aktivitas seru dengan banana boat di pulau ini.

 

Rute Pulau Umang/ Jalur Menuju Pulau Umang

untuk sampai ke pulau umang bisa dilalui dengan dua alternative jalan yaitu lewat jalan melalui:
Pandeglang - Labuan - Tarogong - Citeureup - Cigeulis - Cibaliung - Cimanggu - Sumur

atau melalui jalur:
Cilegon Barat - Anyer - Carita - Labuan - Tarogong - Citeureup - Cigeulis - Cibaliung - Cimanggu - Sumur.


diolah dari:
Indonesia.travel
kumpulan.info

Pulau Peucang

Pulau Peucang berada di Selat Panaitan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, lokasinya di sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon. Banten Wisata



Perjalanan ke pulai ini memang cukup jauh, Anda harus menggunakan mobil lebih dari 8 jam dari Jakarta lalu menyeberang sekitar 1 jam untuk sampainya di sini.  Anda perlu mengenakan jaket selama berperahu untuk menahan kuatnya angin laut. Lamanya perjalanan akan terbayar habis dengan hadiah pemandangan menakjubkan.
Nama peucang sendiri ada yang menyebut berasal nama siput yang bisa Anda lihat jika menginjakan kaki di pantai ini. Penduduk setempat berkeyakinan lain dimana menurut mereka nama peucang itu adalah nama jenis menjangan yaitu spesies seperti rusa yang tinggal di kawasan ini.

Pulau Peucang merupakan base camp dan tempat pendaftaran wisatawan yang akan menjelajahi Taman Nasional Ujung Kulon. Di Pulau kecil ini dapat Anda temukan beberapa tipe akomodasi untuk beristirahat.
Pulau Peucang selalu ramai di kunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara dimana letaknya tidak jauh dari Taman Nasional Ujung Kulon sehingga mempermudah akses wisatawan yang akan berkunjung atau istirahat. Selain tersedia penginapan dan restaurant ada banyak kegiatan yang dapat Anda lakukan di pulau yang indah ini.
pantai di Pulau Peucang adalah surga penikmat hobby mancing, snorkeling, dan diving.



.mata Anda akan dimanjakan beragam flora dan fauna yang mengagumkan, saat berkeliling coba menerka-nerka mahkluk Apa yang mengintip Anda dari kejauhan.

Pulau hijau, pasir putih, jernihnya laut biru, dan sinar mentari yang tak malu-malu bersinar terang adalah hadiah sepadan utuk perjalanan jauh Anda menuju ke pulau mengagumkan ini.
Pulau Peucang memiliki pemandangan yang indah dari pantai pasir putih terbentang panjang dan air laut yang biru memesona. Pulau Peucang adalah pulau yang paling banyak dikunjungi wisatawan karena di pulau ini terdapat fasilitas akomodasi yang memadai. Pulau Peucang letaknya berdekatan dengan beberapa tempat wisata di Semenanjung Ujung Kulon. Karenanya jika memungkinkan tinggallah beberapa hari di Pulau Peucang.
..lupakan sinyal ponsel Anda di sini, jelasnya ini adalah keterasingan yang mengasyikkan.


Di sinilah Anda akan melihat hutan primer dengan pohon-pohon besar berkanopi lebar. Amatilah betapa proses suksesi alam telah berlangsung dengan mengagumkan di sini. Di sini Anda seakan berada di laboratorium hidup untuk belajar tentang suksesi alam, proses survival alam yang telah terjadi selama lebih dari 120 tahun.
Dari laut di Pulau Peucang akan terlihat pepohonan hijau, sementara di seberangnya nampak Semenanjung Ujung Kulon. Di pulau ini ada lutung (Trachypithecus auratus auratus) sebagai penghuni tetap pulau. Gerakan hewan ini lincah berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain. Ada juga merak hijau, rusa, kijang, babi hutan, dan biawak
Anda dapat melakukan penjelajahan di Pulau ini dengan menggunakan rute perjalanan bernama Rute Karangcopong selama 2 jam. Berbekallah air minum yang cukup dan kenakan pakaian yang tepat juga alas kaki tertutup.
Anda nanti akan melihat pohon ara yang besar ukurannya. Butuh lebih dari 20 orang untuk mengukur kelilingnya dengan bergandengan dan membentangkan tangan. Pohon ini sejenis pohon yang tumbuh merambat dan melilit pohon yang menjadi indungnya. Anda harus melihat cermat untuk mengetahui pohon induknya yang sudah tertutup. Dalam penjelajahan pulau ini Anda juga akan melihat beragam serangga, burung, dan rusa yang telah membantu penyebaran biji-bijian tanaman di seluruh pulau.
Di Karang Copong yang merupakan salah satu titik tinggi di Pulau Peucang maka dapat Anda lihat Pulau Panaitan dari kejauhan. Di sebelah kiri bawah terlihat formasi karang berlubang yang mungkin menyebabkan tempat ini disebut Karang Copong.

sumber: indonesia.travel
 

Tasikardi

Tasikardi atau orang sekitar biasa menyebutnya Segaran adalah sebuah danau buatan yang terletak di Desa Margasana Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, sekitar 6 km dari pusat Kota Serang. Ada tiga rute yang dapat Anda lalui menuju Danau Tasikardi.

Rute pertama melalui Jl. Banten Lama, melewati Pelabuhan Karanghantu, Benteng Speelwijk dan Vihara Avalokitesvara.

Rute kedua dapat dilalui dari Kota Serang mengambil arah menuju Kota Cilegon. Di Kota Kecamatan Kramatwatu dekat perempatan lampu merah kramatwatu atau alun-alun kramatwatu, Anda dapat mengambil arah ke utara (belok kanan) menuju Danau Tasikardi dengan jarak yang sama. Infrastruktur jalan dari kedua arah terbilang mulus.

Rute Ketiga, melalui jalan grujugan ke arah desa kenari, jalanan agak rusak dan sempit karena memasuki jalan kampung.

Danau Tasikardi dibuat pada masa pemerintahan Panembahan Maulana Yusuf (bertahta 1570-1580 M), sultan Banten kedua dan merupakan tempat peristirahatan sultan dan keluarganya.

Situ Tasikardi tempo dulu


Konon, danau yang luasnya mencapai 5 hektar bagian dasarnya dilapisi dengan ubin.

selain sebagai tempat peristirahatan sultan dan para keluarganya situ tasikardi juga berfungsi sebagai penampung air, air dari sungai cibanten di tampung untuk dialirkan kembali ke area persawahan di daerah sekitarnya.

Air Danau Tasikardi dialirkan ke Keraton Surosowon melalui pipa-pipa yang terbuat dari tanah liat berdiameter 2-40 sentimeter. Sebelum air digunakan, terlebih dulu diendapkan di pengindelan abang (penyaringan merah), pengindelan putih (penyaringan putih), dan pengindelan emas (penyaringan emas).

Makanya, danau ini dikenal juga sebagai pusat peradaban zaman keemasan Kesultanan Banten. Karena waktu itu saja, seperti sudah menggunakan teknologi modern yang konon airnya tidak pernah kering dan meluaphingga saat ini.


Sebagai obyek wisata sejarah, danau ini merupakan salah satu tempat rekreasi yang cukup ramai dikunjungi baik oleh warga sekitar maupun oleh pelancong, terutama pada akhir pekan dan hari-hari libur lainnya.

Air danaunya yang tenang dan bergerak mengikuti hembusan angin, serta jejeran pepohonan rindang yang mengelilinginya, tepat sekali dipilih sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan bersama keluarga, atau sekadar untuk mencari inspirasi.

Nuansa agraris nan hijau yang tercermin dari hamparan luas areal persawahan yang mengitari danau, apalagi ketika memasuki musim tanam atau musim panen, kian melengkapi daya tarik kawasan ini. Wisatawan dapat menikmati keindahan Danau Tasikardi dari bawah rindangnya pepohonan, shelter-shelter, atau sambil lesehan di atas tikar yang disewakan.

Selain itu, danau ini adalah rumah bagi banyak ikan, sehingga pelancong yang suka memancing dapat menyalurkan hobinya di sini sepuas hati. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin “menyatu” dengan kawasan danau, dapat berkemah di camping ground yang luas dan aman yang terdapat di kawasan ini.

Bila anda bosan berada di tepi danau, anda dapat mendatangi sebuah pulau yang dahulunya merupakan tempat rekreasi keluarga kesultanan. Untuk mencapai pulau seluas 44 x 44 meter persegi yang berjarak sekitar 200 meter dari bibir danau ini, wisatawan dapat menyewa perahu atau bebek-bebekan.


artikel dari berbagai sumber diantaranya: http://malangnews.blogspot.com
foto-foto dari wikipedia.com dan travelmatekamu.com

Pelabuhan Karangantu



Pelabuhan Karangantu
Karangantu asal kata dari karang hantu, entahlah mengapa di beri nama seperti itu, mungkin dahulu di tempat tersebut banyak hantunya, atau di tempat tersebut terdapat karang yang ditempati hantu, hehehe entahlah hanya karangan penulis saja.
Yang pasti pelabuhan karangantu sudah ada sejak jaman kesultanan banten. karangantu dulu merupakan pelabuhan yang ramai di daerah banten, karangantu merupakan pintu masuk kapal-kapal menuju daerah banten. Menurut sejarah karangantu merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah sunda kalapa, Bandar Banten merupakan bandar internasional dan dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Arab, Persi, Gujarat, Birma, Tiongkok, Perancis, Inggris dan Belanda. Tome Pires yang pada tahun 1523 mengunjungi pelabuhan Banten menyatakan bahwa pelabuhan itu belum begitu berarti. Pires menyebutkan bahwa Banten telah menjadi pelabuhan kedua terpenting sesudah Kalapa (Cortesso, 1941: 168-169). Sebagai pelabuhan kedua, Banten telah menjadi pelabuhan pengekspor beras dan lada (Cortesso, 1941; Roelofsz, 1962:124). Catatan lebih terperinci didapat dari Barbosa yang menyebutkan bahwa dari pelabuhan Banten tiap tahun telah diekspor lada sebanyak seribu bahar (Chijs, 1881:4). Selain sebagai pelabuhan karangantu berfungsi sebagi pasar, Karangantu merupakan tempat yang memegang peranan, baik sebagai pelabuhan sekaligus sebagai pasar untuk usaha meningkatkan jual beli barang dagangan, seperti tekstil dan keperluan sehari-hari lainnya. Di kota Banten ada beberapa macam tipe jual beli sesuai dengan fungsi pasar di Banten Lama seperti yang tertulis dalam babad Banten. De Houtman telah menggambarkan Pasar Karangantu secara mendetail dan terperinci yaitu: tempat penjualan semangka, mentimun dan kelapa merupakan kelompok A. Tempat penjualan gula dan madu dalam periuk-periuk, masuk kelompok B. Kelompok C menggambarkan tempat penjualan kacang, kelompok D tempat penjualan tebu dan bambu, E tempat penjualan keris, pedang dan tombak. Kelompok F tempat pakaian laki-laki, kelompok G tempat penjualan bahan pakaian wanita. Kelompok H tempat penjualan rempah-rempah, benih dan biji-biji kering. Kelompok I tempat orang-orang Benggala dan Gujarat menjual barang besi dan barang tajam. Khusus kedai orang Cina digambarkan pada kelompok K. Adapun L adalah tempat penjualan daging, M tempat penjualan ikan, N tempat penjualan buah-buahan, O tempat penjualan sayur-sayuran, P tempat penjualan marica, Q tempat penjualan brambang (bawang), R tempat penjualan beras, S kios untuk pedagang, T tempat penjualan emas dan permata. Pada urutan kelompok lain terpisah dengan kelompok bagian dalam dan disebutkan kelompok V, yaitu perahu-perahu asing yang penuh dengan muatan bahan makanan, pada kelompok akhir yaitu kelompok X adalah tempat penjualan unggas (de Houtman, 1596-1597) Sampai sekarang pun karang antu masih menjadi tempat andalan bagi para nelayan di sekitarnya yang menggantungkan hidupnya dari mencari ikan.



diolah dari bebrapa sumber diantaranya
http://perpushalwany.blogspot.com/ 
gbr dari http://infospotlite.blogspot.com

Daftar Tempat Wisata Daerah Serang, Cilegon, Pandeglang

1. Pantai Anyer

Pantai Anyer 300x193 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Pantai Anyer
Pantai Anyer adalah salah satu tempat wisata di Banten yang paling ramai dan populer, terutama bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya karena dekat dan terjangkau. Berlokasi di Kabupatan Serang, Banten, Pantai Anyer adalah pantai yang memiliki pasir putih yang indah dan menarik. Dinamakan Pantai Anyer karena pantai ini berada di sepanjang Kecamatan Anyer, Banten. Aktifitas yang dapat anda lakukan di Pantai Anyer adalah berenang, bermain pasir, bermain olahraga air, berselancar, menyelam, menikmati pemandangan pantai, hingga menyantap hidangan laut yang nikmat di pinggir pantai. Apabila ingin menginap, tidak perlu kuatir karena banyak sekali hotel di sekitar Pantai Anyer.

2. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon 300x200 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon sesuai dengan namanya, berada di ujung barat Pulau Jawa. Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon tidak hanya mencakup kawasan daratan yang ada di Pulau Jawa saja, melainkan juga termasuk beberapa pulau di sekitar ujung barat Pulau Jawa. Kegiatan utama yang dapat dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon adalah trekking, berkemah, dan melihat alam liar. Fungsi utama Taman Nasional Ujung Kulon selain sebagai tempat wisata adalah sebagai tempat perlindungan badak. Taman Nasional Ujung Kulon mengajarkan kita suatu hal penting yaitu pentingnya menjaga kelestarian alam di sekitar kita.

3. Tanjung Lesung

Tanjung Lesung 300x244 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Tanjung Lesung
Tanjung Lesung adalah nama sebuah kawasan pantai yang eksklusif dan terawat di ujung barat Pulau Jawa, sekitar 180 KM dari kota Jakarta. Memiliki pantai yang masih asri dan bersih dengan pasir putihnya Tanjung Lesung adalah pantai terbaik di Jawa Barat menurut saya. Kegiatan yang dapat dilakukan di Tanjung Lesung yaitu bermain pasir, menyelam, bermain olahraga air, memancing, dan menginap di villa yang sangat bagus. Apabila anda datang pada musim hujan, berhati-hatilah karena ombak di Tanjung Lesung cukup besar. Berlokasi di Kabupaten Pandeglang, Banten, Tanjung Lesung memiliki luas sekitar 1500 hektar dengan fasilitas lengkap dan merupakan tempat wisata di Banten yang harus anda kunjungi.

4. Gunung Krakatau

Gunung Krakatau 300x200 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Gunung Krakatau
Gunung Krakatau adalah gunung berapi yang pernah meletus dengan hebat dan berdampak tidak hanya kepada Indonesia, namun juga mancanegara. Sekarang ini, Gunung Krakatau adalah salah satu tempat wisata di Banten yang paling disukai pendaki gunung. Kegiatan utama dan paling favorit di sini adalah mendaki Gunung Krakatau, banyak sekali agen tur yang menawarkan paket mendaki Gunung Krakatau mulai dari paket 1 hari, hingga paket 4 hari.

5. Kampung Baduy

Kampung Baduy 300x212 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Kampung Baduy
Kampung Baduy adalah kampungnya suku Baduy. Suku Baduy adalah suku yang masih kental adat sundanya, dan merupakan salah satu suku asli yang ada di Banten. Kampung Baduy yang berada di Kabupaten Lebak, Banten ini memiliki penduduk sekitar 8,000 jiwa dan terbagi menjadi 2, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Suku Baduy Dalam adalah Suku Baduy yang menolak dunia luar, sedangkan Suku Baduy Luar adalah suku Baduy yang lebih terbuka pada dunia luar.

6. Pantai Sawarna

Pantai Sawarna 300x205 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Pantai Sawarna
Pantai Sawarna merupakan kawasan wisata pantai di Banten yang tergolong baru. Pantai Sawarna mulai ramai dikunjungi wisatawan sekitar tahun 2000 karena promosi yang ada di internet. Terletak di Desa Sawarna, Pantai Sawarna berjarak kurang lebih 150 KM dari Rangkasbitung. Setiap harinya, Pantai Sawarna dikunjungi oleh ratusan orang, baik yang dari sekitar Jawa Barat, hingga yang dari luar negeri. Biasanya wisatawan luar negeri datang ke Pantai Sawarna untuk berselancar karena Pantai Sawarna memiliki ombak yang cukup besar. Sekarang ini sudah banyak penginapan di sekitar Pantai Sawarna jadi sangat mudah berwisata di Pantai Sawarna.

7. Pulau Umang

Pulau Umang 300x200 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Pulau Umang
Pulau Umang berlokasi dekat dengan Tanjung Lesung, Banten, sekitar 180 KM dari Jakarta. Pulau Umang adalah pulau dengan luas sekitar 5 hektar dan di khususkan sebagai tempat wisata yang dikelola oleh pihak swasta. Fasilitas yang dimiliki Pulau Umang sangat lengkap, mulai dari kolam renang, karaoke, sarana olahraga, ruang pertemuan, permainan air, dan lain-lain. Apabila anda berminat untuk berwisata ke Pulau Umang, jangan lupa membawa tabir surya.

8. Arung Jeram Sungai Ciberang

Arung Jeram Sungai Ciberang 300x225 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Arung Jeram Sungai Ciberang
Sungai Ciberang, Banten adalah salah satu lokasi arung jeram di sekitar Jakarta yang paling saya sukai. Hal ini dikarenakan kondisi pegunungan yang dilalui Sungai Ciberang masih sangat asri dan hijau, sehingga perjalanan menuju ke lokasi arung jeram sangatlah menyejukan hati. Begitu pula dengan sungainya, pemandangan yang di dapat ketika melakukan pengarungan sangatlah indah. Namun, terkadang sungai ini kering, jadi sebelum memesan paket arung jeram Sungai Ciberang, sebaiknya anda bertanya terlebih dahulu bagaimana kondisi air Sungai Ciberang. Perjalanan menuju lokasi arung jeram Sungai Ciberang akan melewati jalan yang terjal dan berliku, oleh karena itu saran saya jangan menggunakan bus ukuran besar karena perjalanan anda bisa menjadi sebuah perjalanan yang menakutkan!

9. Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten 225x300 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten adalah sebuah peninggalan sejarah yang sangat penting. Berdiri sejak tahun 1569, Masjid Agung Banten memiliki arsitektur bangunan yang kental dengan arsitektur jaman dahulu dan merupakan perbaduan dari berbagai macam budaya yang berbeda, di antaranya budaya Hindu, China, Jawa, dan Eropa. Bukan hanya Masjid saja yang dapat ditemui di lokasi ini, melainkan juga peninggalan dari kerajaan Islam yang pernah ada di Banten, lengkap dengan makam orang-orang yang berjasa dalam pengembangan agama Islam di banten. Selain ramai dikunjungi penziara dan umat Islam, Masjid Agung Banten setiap harinya juga ramai dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan sejarah Islam.

10. Pulau Dua / Pulau Burung

Pulau Dua Pulau Burung 300x159 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Pulau Dua / Pulau Burung
Pulau Dua atau Pulau Burung, adalah cagar alam seluas 30 hektar yang berlokasi di lepas pantai Banten. Seperti namanya, pulau ini dihuni oleh berbagai jenis burung dalam jumlah besar. Sekitar bulan April sampai dengan bulan Agustus, banyak sekali burung dari berbagai benua datang berkunjung ke Pulau Burung. Setelah musim berlalu, sebagian besar burung tersebut kembali ke tempat asalnya.

11. Rawa Dano

Rawa Dano 300x210 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Rawa Dano
Terletak di Kabupaten Serang dengan jarak sekitar 100 KM dari Jakarta, Rawa Dano adalah salah satu tempat wisata di Banten yang menawarkan keindahan alam. Rawa Dano sesuai dengan namanya, adalah kawasan yang memiliki danau, rawa-rawa, dan hutan. Di tempat seluas kurang lebih 2,500 hektar ini, banyak hidup berbagai jenis reptil seperti ular dan kadal. Menurut cerita, dulunya Rawa Dano adalah sebuah gunung berapi yang sudah tidak aktif lalu berubah menjadi sebuah danau yang di atasnya terdapat rawa-rawa.

12. Pantai Bagedur

Pantai Bagedur 300x225 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Pantai Bagedur
Pantai Bagedur adalah sebuah tempat wisata di Banten yang berjarak sekitar 115 KM dari Rangkasbitung, tepatnya di Kecamatan Malingping. Bagi anda yang bukan penduduk Banten, mungkin baru pertama kali mendengar nama Pantai Bagedur, wajar saja memang Pantai Bagedur tidak begitu populer, namun bagi warga Banten, tempat ini sudah tidak asing lagi karena pantai ini masih asri. Dengan panjang pantai sekitar 10 KM, lebar sekitar 50 meter, dan pasirnya yang coklat, Pantai Bagedur mendapatkan banyak pengunjung setiap harinya. Karena pasirnya yang berkarakter padat, pasir pantai ini dapat dilewati oleh kendaraan bermotor.

13. Danau Tasikardi

Danau Tasikardi 300x201 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Danau Tasikardi
Nama Danau Tasikardi berasal dari bahasa Sunda dengan arti danau buatan. Danau Tasikardi yang terletak di Kecamatan Kramatwatu adalah salah satu peninggalan Sultan Banten dengan luas sekitar 5 hektar. Danau Tasikardi dulunya digunakan sebagai sebuah tempat rekreasi bagi keluarga Sultan, namun sekarang sudah menjadi tempat wisata di Banten yang bebas untuk umum. Berlokasi sektiar 6 KM di sebalah barat kota Serang, Danau Tasikardi juga berfungsi sebagai penampung air Sungai Cibanten dan juga untuk mengairi sawah. Yang dapat anda lakukan di Danau Tasikardi adalah memancing, berkemah, bermain perahu air, menikmati suasana sejuk, hingga menyeberang ke tengah danau untuk mengunjungi pulau yang memiliki peninggalan Sultan banten.

14. Pulau Sangiang

Pulau Sangiang 300x200 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Pulau Sangiang
Pulau Sangiang adalah sebuah pulau yang terletak di Selat Sunda, Banten. Pulau Sangiang dapat dicapai dengan menggunakan perahu dari Pantai Anyer selama kurang lebih 45 menit. Pulau Sangiang adalah milik swasta dan sepenuhnya dikembangkan menjadi sebuah kawasan wisata oleh pihak swasta tersebut. Jenis wisata yang dapat anda nikmati di pulau dengan luas sekitar 700 hentar ini adalah wisata bahari, wisata budaya, wisata ilmiah, dan wisata alam. Kegiatan yang dapat anda lakukan di Pulau Sangiang adalah bersepeda, mendaki gunung, berkemah, menyelam, memancing, berjemur di pantai, hingga menikmati sisa perang dunia berupa benteng Jepang.

15. Pantai Carita

Pantai Carita 300x193 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Pantai Carita
Terletak di pesisir barat Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Pantai Carita adalah salah satu tempat wisata di Banten yang paling terkenal di Indonesia. Yang paling menarik dari Pantai Carita adalah anda dapat melihat Gunung Krakatau dari tepi pantai. Karakteristik ombak di Pantai Carita adalah ombak kecil yang menghembus tepian pantai dengan pasir putihnya. Seperti selayaknya kawasan wisata populer lainnya, tentu saja fasilitas yang dimiliki Pantai Carita sangatlah lengkap, jadi anda tidak perlu kuatir dengan fasilitas yang ada di Pantai Carita. Berlokasi sekitar 160 KM dari Jakarta, Pantai Carita adalah tempat wisata di sekitar Jakarta yang cocok untuk anda kunjungi dikala bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja.

16. Pantai Karang Bolong

Pantai Karang Bolong 300x225 16 Tempat Wisata di Banten dan Sekitarnya
Pantai Karang Bolong
Pantai Karang Bolong berlokasi sekitar 40 KM dari kota Serang, Banten, dekat dengan Pantai Anyer. Pantai Karang Bolong adalah pantai yang sangat unik. Sesuai dengan namanya, Pantai Karang Bolong adalah pantai yang berada di dalam sebuah karang yang bolong karena hempasan ombak. Anda tidak dapat berenang di Pantai Karang Bolong karena banyak karang di lokasi ini sehingga dapat membahayakan anda. Menurut saya Pantai Karang Bolong adalah salah satu pantai yang paling unik di Banten.


17. CURUG CIGUMAWANG
Desa Kadubereum, Kec Padarincang, 1 jam dari Kota Serang, dengan ketinggian curug 40 m, diakses melalui pasar Padarincang dengan berjalan kaki 1 km.


18. Curug SAwer


Desa Ujung Tebu, Kec Ciomas, di kaki Gunung Karang, berbatasan dengan wilayah Pandeglang. Di Ciomas ada golok berukuran 12 m dengan berat 2 ton.

 

19. GOA CILAYANG


Goa Cilayang
Desa Cilayang, Kec Cikeusal, yang menjadi tempat istirahat dan persembunyian bagi banyak kelelawar hitam.

 

 

 

dari berbagai sumber

Gunung Pinang

Gunung Pinang, Gunung yang terletak di daerah kramatwatu serang banten ini selalu ramai dikunjungi terutama pada akhir pekan.

pemandangan yang indah dan pohon-pohonan yang rindang membuat lokasi gunung ini selalu ramai dikunjungi muda-mudi sambil pacaran.
pada kahir pekan biasanya banyak komunitas sepeda melakukan trakking di gunung ini selain itu gunung pinang merupakan salah satu lokasi terbaik untuk out door Prewed maupun hunting foto bagi para penggemar fotography.

Gowes and trakking gunung pinang









artikel rintisan, silahkan comment atau kirim email ke penulis bila memiliki info dan tulisan tentang gunung pinang ini.

Banten Lama, Tak Sekadar Wisata Ziarah



Sisa reruntuhan Keraton Surosowan hingga kini masih bisa dinikmati, seperti terlihat pada Kamis (8/5). Keraton seluas lebih kurang 3,5 hektar itu merupakan kediaman para sultan Banten yang dibangun dari tumpukan batu karang dan batu bata merah pada 1552.
Sabtu, 17 Mei 2008 14:58 WIB
Laporan Wartawan Kompas, Anita YossiharaRIBUAN manusia di Kompleks Masjid Agung Banten Lama menjadi pemandangan yang biasa terlihat pada setiap hari-hari besar agama Islam. Kompleks peninggalan Kesultanan Islam Banten memang lebih dikenal sebagai tempat berziarah.Padahal, Banten Lama menyimpan banyak cerita sejarah, tak sekadar tempat wisata ziarah. Memasuki pintu gerbang situs Banten Lama di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, sepintas terasa terbawa
ke cerita masa lalu. Masa di mana Kesultanan Banten mengalami kejayaan pada abad XVI-XVIII Masehi.Sisa bangunan tua mulai terlihat menyembul di antara rumpun padi di sebelah kiri jalan masuk. Bangunan itu merupakan sisa gapura Gedong Ijo, tempat tinggal para perwira kerajaan.Melaju beberapa meter dari gerbang, puing-puing reruntuhan bangunan besar mulai terlihat. Itulah Keraton Surosowan, kediaman para sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin pada tahun 1552 hingga Sultan Haji yang memerintah pada 1672-1687.Semula, bangunan keraton yang seluas hampir 4 hektar itu bernama Kedaton Pakuwan. Terbuat dari tumpukan batu bata merah dan batu karang, dengan ubin berbentuk belah ketupat berwarna merah.Sisa bangunan yang kini masih bisa dinikmati adalah benteng setinggi 0,5-2 meter yang mengelilingi keraton dan sisa fondasi ruangan. Sisa pintu masuk utama di sisi utara kini tinggal tumpukan batu bata merah dan bongkahan batu karang yang menghitam.Bangunan kolam persegi empat di tengah keraton merupakan pemandangan lain yang ada di dalam benteng. Menurut catatan sejarah, puing itu merupakan bekas kolam Rara Denok, pemandian para putri.Di bagian belakang atau di sisi selatan, terlihat pula sisa bangunan berbentuk kolam menempel pada benteng. Dahulu, kolam itu digunakan sebagai pemandian pria-pria kerajaan, yang disebut Pancuran Mas.Air yang dialirkan ke kolam Rara Denok dan Pancuran Mas berasal dari mata air Tasik Ardi, sebuah danau buatan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer di sebelah selatan atau tepatnya barat daya keraton. Disalurkan ke keraton dengan menggunakan pipa yang terbuat dari tanah liat.Sebelum masuk keraton, air dari Tasik Ardi harus melalui tiga kali proses penyaringan. Bangunan penyaringan itu disebut Pangindelan Abang, Pangindelan Putih, dan Pangindelan Mas.Saat ini lokasi Tasik Ardi masuk dalam wilayah Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi. Sementara itu, tiga bangunan pangindelan masih bisa dilihat di Jalan Purbakala, antara Keraton Surosowan dan Tasik Ardi. Sayangnya, sekarang jalan ini hanya bisa dilintasi sepeda karena warga masih menggunakan tempat itu sebagai jalan air di tengah persawahan.Di sudut sebelah barat terlihat sebuah bangunan menyerupai cincin. Tempat itu disebut ruang Pasepen, yang digunakan sebagai tempat sultan beribadah.Bangunan keraton ini pertama kali dihancurkan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa pada 1680. Keraton dibumihanguskan saat Kesultanan Banten berperang melawan penjajah Belanda.Simbol kebesaran kerajaan Islam Banten itu kembali dihancurkan pada 1813. Ketika itu, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Herman Daendels memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan keraton karena Sultan Rafiudin (sultan terakhir Kerajaan Banten) tak mau tunduk pada perintah Belanda.Reruntuhan bangunan keraton juga terlihat di bagian selatan Keraton Surosowan. Pada bagian depan terpancang papan bertuliskan ”Situs Keraton Kaibon”, dengan luas sekitar 2 hektar. Keraton ini dibangun pada 1815 sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah, ibu Sultan Muhammad Rafiuddin yang menjabat sebagai pemimpin pemerintahan karena putranya masih berusia lima tahun.Bangunan bersejarah lain yang bisa dinikmati adalah Jembatan Rante, yang terletak di depan Keraton Surosowan, tepatnya di sebelah utara Masjid Agung Banten Lama. Jembatan hidraulis itu berdiri di atas kanal yang saat ini sudah menyempit dan berubah fungsi menjadi kubangan air.Dahulu Jembatan Rante digunakan sebagai tempat pemeriksaan kapal-kapal yang keluar-masuk keraton. Jembatan ini akan terangkat jika ada kapal yang lewat dan akan kembali rata setelah kapal berlalu.Salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh adalah Masjid Agung Banten Lama, berikut menara setinggi 23 meter. Masjid inilah yang paling terkenal di Situs Banten Lama dan selalu penuh sesak oleh para peziarah, terutama pada peringatan hari-hari besar Islam.Wihara AvalokitesvaraBukan hanya bangunan masjid, Kesultanan Islam Banten juga menyisakan bangunan wihara Buddha atau klenteng China. Di sebelah barat daya Surosowan berdiri Wihara Avalokitesvara, yang dibangun pada 1652.Bangunan wihara ini merupakan peninggalan Sultan Syarief Hidayatullah, yang menikahi seorang putri China saat sang putri bertandang ke Pelabuhan Banten. Wihara dibangun sebagai tempat peribadatan para pengikut putri China, yang kemudian tinggal di Banten Lama.Saat ini, Wihara Alokitesvara merupakan salah satu wihara tertua di Indonesia, yang kerap dibanjiri peziarah karena terdapat altar Kwan Im Hut Cou atau Dewi Kwan Im. Dewi Kwan Im dipercaya sebagai dewi yang penuh welas asih, yang diyakini sering menolong manusia saat dihadapkan pada berbagai kesulitan.Selain itu, di dalam wihara juga terdapat 15 altar, seperti altar Thian Kong yang berarti Tuhan Yang Maha Esa dan Sam Kai Kong atau penguasa tiga alam.Setiap tahun wihara di Kampung Kasunyatan, Desa Banten, ini selalu dipadati puluhan ribu pemeluk Buddha dari banyak daerah di Indonesia, Belanda, Jerman, dan Thailand. Mereka datang, terutama, pada peringatan Lak Gwe Cap Kau, saat Dewi Kwan Im mendapatkan kesempurnaan.Terlepas dari itu, berdirinya wihara di kompleks kerajaan Islam bisa menunjukkan tingginya toleransi antarumat beragama pada masa itu. Warga yang berbeda agama bisa hidup berdampingan dengan harmonis di kota tua tersebut.Untuk melihat dengan jelas sisa-sisa peninggalan Kesultanan Banten, Museum Kepurbakalaan Banten Lama bisa menjadi tujuan kunjungan.Gambar peta dunia yang dibuat dengan tulisan tangan juga terpampang di sana. Demikian pula gambar Kiayi Ngabehi Wirapraja dan Kiayi Abi Yahya Sandara, dua Duta Besar Kesultanan Banten untuk Inggris. Itu menunjukkan majunya pemikiran para sultan karena mengerti pentingnya diplomasi.Koleksi mata uang dan pecahan keramik dari sejumlah negara juga disimpan di museum tersebut. Itu merupakan bukti bahwa Kerajaan Banten memiliki bandar besar, tempat persinggahan dan transaksi perdagangan internasional. Bandar Banten dikunjungi para pedagang dari Gujarat (India), China, Melayu, Persia, dan Eropa.Tidak perlu biaya mahal untuk menikmati sisa keindahan dan cerita kejayaan Kesultanan Islam Banten. Cukup membayar Rp 1.000, pengunjung sudah dapat mengantongi tiket untuk menjelajahi museum seluas 1.000 meter persegi.
sumber: kompas

Pantai Barat Banten




Bagi para penyuka tantangan dan perjalanan, Pantai Barat Banten bisa menjadi pilihan untuk berlibur melepas penat dan segala persoalan yang biasa dihadapi sehari-hari. Pantai yang membentang sepanjang Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, hingga Sumur di perbatasan Ujung Kulon di Provinsi Banten memiliki keindahan yang menarik untuk dinikmati.
Perjalanan bisa diawali dari Cilegon atau Serang. Jika ingin melihat pemandangan di kompleks industri kimia, keluar melalui pintu Tol Cilegon Timur atau Cilegon Barat, lalu menyusuri jalan negara, Jalan Raya Cilegon-Pasauran.
Tetapi, jika ingin menghirup udara sejuk perbukitan dan menikmati panorama pedesaan, bisa dicoba melalui jalan alternatif yang menghubungkan Kota Serang dengan Kecamatan Anyar. Keluar pintu Tol Serang Timur atau Serang Barat, menuju jalan lingkar selatan, dan masuk jalan alternatif dari simpang Taktakan.
Pemandangan pantai mulai terlihat setelah memasuki daerah Kecamatan Anyar. Sejumlah pantai untuk umum berjajar dari Desa Anyar hingga ujung Kecamatan Carita di Pandeglang. Hanya dengan membayar tiket Rp 3.000 hingga Rp 10.000, setiap pengunjung sudah bisa menikmati berlibur tanpa batas waktu. Mereka juga bisa berenang sepuasnya.
Sejauh mata memandang, terlihat bebatuan karang hitam menyembul di antara pasir dan hamparan biru laut. Deretan perahu-perahu nelayan tradisional terlihat di sejumlah muara sungai. Singgahlah sejenak di muara Pasauran untuk melihat dari dekat kehidupan nelayan. Biasanya, menjelang tengah hari, anak-anak nelayan akan berenang membantu memikul bakul penuh ikan, hasil melaut orangtua mereka.
Jika ingin menikmati keunikan batu karang, datanglah ke Pantai Karang Bolong di Desa Karang Bolong, Cinangka. Pantai ini menyuguhkan pemandangan batu karang besar yang berlubang pada bagian tengahnya. Hamparan biru laut dengan riak ombak putih menjadi lebih memesona saat dipandang dari balik Karang Bolong. Batu karang setengah lingkaran terlihat seperti bingkai lukisan laut yang membiru. Tidak hanya itu, setiap pengunjung diperbolehkan menaiki bukit karang. Dari puncak bukit karang akan terlihat seonggok batu karang besar yang menyerupai kapal terdampar.
Memasuki kawasan Pantai Carita, pesona lain tersuguh di depan mata. Di kawasan pesisir Pantai Carita dipenuhi pasir berwarna putih. Berbagai permainan pantai, lengkap dengan jasa penyewaan alat permainan, juga ada di Carita.
Satu buah jetski, yang bisa ditumpangi dua orang, disewakan dengan harga Rp 150.000 per 15 menit. Begitu pula satu banana boat berkapasitas lima orang, disewakan dengan harga Rp 150.000 per 15 menit.
Lelah bermain, pengunjung bisa beristirahat di tepian pantai sambil menikmati kelapa muda utuh yang dijual dengan harga Rp 3.000-Rp 5.000 per buah. Berbagai makanan laut, seperti ikan bakar, cumi bakar, dan kepiting laut, bisa dinikmati dengan harga kurang dari Rp 30.000 per orang.
Apabila ingin berlama-lama menikmati Anyer-Carita, tersedia banyak penginapan dengan pilihan harga dan fasilitas. Khusus untuk penginapan, saat ini, pengunjung bisa menawar harga sewa kamar.
Wisata Ujung Kulon
Namun, bila masih penasaran dengan pesona pantai barat, harus melanjutkan perjalanan hingga Ujung Kulon. Ada dua pilihan tujuan, yakni kawasan wisata Tanjung Lesung atau Pulau Umang di Ujung Kulon. Di lokasi itu, tempat matahari terbenam terasa semakin dekat.
Untuk menuju Tanjung Lesung dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari kawasan Carita. Perjalanan menyusuri jalan negara dari Carita, Labuan, Panimbang, Citeureup, lalu tiba di Tanjung Lesung.
Hamparan lautan biru menjadi pemandangan di sepanjang jalan menuju Tanjung Lesung. Aktivitas warga di perkampungan nelayan juga kembali terlihat di muara Panimbang, terutama jika dilihat dari jembatan Panimbang.
Laut serasa semakin dekat memasuki daerah Citeureup, masih di Kecamatan Panimbang. Abrasi membuat ombak terasa mengempas jalan raya yang dilintasi. Di kejauhan terlihat bagan-bagan bambu nelayan berjajar di belakang di tepi laut.
Pusat Desa Citeureup itulah pintu masuk menuju Desa Tanjung Jaya, lokasi kawasan wisata Tanjung Lesung. Beberapa menit dari pertigaan akan terpampang papan kayu bertuliskan ”Kawasan Desa Wisata Cipanon”. Cipanon merupakan sebuah kampung di Tanjung Jaya, yang sudah menjadi kawasan wisata. Sekitar 1 kilometer dari perkampungan penduduk terlihat sejumlah bangunan megah. Itulah kompleks peristirahatan di tepi pantai yang dikelola swasta.
Jika ingin berlibur di Tanjung Lesung, ada dua pilihan untuk menginap. Di rumah-rumah penduduk yang dibuat semacam home stay dengan tarif Rp 100.000 per malam, atau menginap di vila, hotel, maupun resor dengan tarif Rp 500.000-Rp 1,5 juta per malam.
Bukan hanya pemandangan laut yang bisa dinikmati selama berlibur. Pengunjung bisa meminta diantarkan untuk melihat lokasi konservasi terumbu karang di tengah laut.
”Ada tiga lokasi transplantasi karang di daerah ini, yaitu Karang Gundul, Tanjung Lesung, dan Pulau Liungan,” kata Pongke, seorang penggiat lingkungan yang juga menyediakan penginapan di rumahnya.
Untuk berkeliling melihat terumbu karang, warga menyediakan jasa sewa perahu berkapasitas 15 orang seharga Rp 500.000. Selain menikmati keindahan terumbu karang, pengunjung juga bisa belajar cara transplantasi karang.
Apabila diminta, perahu bisa mengantar pengunjung untuk memancing, menyelam, atau berenang di tengah laut. Namun peralatan harus disediakan sendiri karena belum ada penyewaan alat selam di sana.
Selain itu, perahu warga desa juga siap mengantar berkeliling melihat kepulauan di Ujung Kulon. Satu kali perjalanan menuju Pulau Peucang butuh waktu tiga jam berlayar. Tarif sewa perahu dipatok Rp 3 juta pergi-pulang.
Fasilitas yang disediakan hotel, resor, maupun vila di Tanjung Lesung lebih lengkap dibanding di desa wisata. Mereka juga menyediakan paket wisata bersatu dengan alam, seperti berkeliling melihat terumbu karang, memberi makan camar, menyelam, dan berbagai olahraga air lainnya. Seluruh peralatan olahraga disediakan pengelola Tanjung Lesung.
Pulau Umang
Apabila memilih berlibur ke Pulau Umang, perjalanan dari Citeureup harus dilanjutkan menuju Kecamatan Sumur di perbatasan Ujung Kulon. Diperlukan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan dari Carita, atau 1,5 jam dari Tanjung Lesung.
Sesampai di perkampungan nelayan Sumur, pulau kecil berpasir putih akan langsung menyita perhatian. Dari sisi pulau terlihat gazebo-gazebo kecil tertata apik dan indah.
Itulah Pulau Umang, sebuah pulau seluas 5 hektar yang disulap menjadi tempat peristirahatan mewah. Butuh waktu 10-15 menit untuk menyeberang dengan menggunakan perahu kecil, dari Sumur menuju Pulau Umang.
Banyak pesona yang dapat dinikmati sesampai di Pulau Umang. Pemandangan matahari terbit dan tenggelam bisa dinikmati sekaligus di pulau yang termasuk kawasan wisata Ujung Kulon. Hamparan pasir putih dan laut biru di ujung paling barat Pulau Jawa jangan sampai dilewatkan begitu saja.
Pengalaman lain yang nyaman untuk dicoba adalah beristirahat di vila berbentuk rumah panggung dari kayu, dengan harga sewa rata-rata Rp 1,5 juta per malam. Atau makan di restoran terbuka bersama dengan burung-burung kecil, yang kadang mendekat di sekitar kita.
Seperti tempat wisata pantai lain, di Pulau Umang, pengunjung juga bisa menyewa jestki dan banana boat dengan harga rata-rata Rp 150.000 per 15 menit. Pengunjung bisa menyelam melihat terumbu karang di dekat Pulau Oar, atau berkeliling melihat daratan Ujung Kulon.
Pesisir barat Pulau Jawa memang menawarkan pesona alam yang menakjubkan. Pemandangan laut, gunung, hutan, dan bukit lengkap berada di sana. Jadi tak perlu ragu untuk menyusuri keindahan alamnya.



Sumber : KOMPAS

Anak Gunung Krakatau

Anak Gunung Krakatau

Anak gunung krakatau adalah sisa letusan dari gunung krakatau berabad abad tahun lalu.
 

Awan putih menggantung di langit Selat Sunda yang terlihat biru bersih, Sabtu akhir pekan lalu. Samar-samar terlihat gunung berwarna kelabu yang berdiri kokoh di tengah laut, diapit tiga bukit hijau.
Para wisatawan berhamburan keluar dari dalam Kapal Motor Penumpang Jatra III dan memenuhi geladak kapal. ”Waw,” decak kagum para wisatawan saat melihat gugusan gunung di tengah laut yang semakin dekat. Dari pengeras suara kapal terdengar pemandu menunjukkan gunung berwarna abu-abu itu adalah Gunung Anak Krakatau.
Wisatawan pun berlomba untuk mengabadikan kemegahan gunung berapi di tengah laut. Sebagian berpose di tepi kapal dengan Gunung Anak Krakatau sebagai latar belakang. Semua seakan tak ingin tertinggal untuk menikmati pesona gugusan pulau di sisi barat Pulau Jawa, Provinsi Banten, itu.
Krakatoa, begitu orang Barat menyebut gugusan gunung yang membelah Selat Sunda. Ketenaran namanya membuat banyak orang penasaran, bahkan meraba-raba wujud Krakatau sebenarnya.
Sejumlah sineas Barat pun mencoba menggambarkan sosok Krakatau. Setidaknya ada tiga judul film yang dibuat untuk menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi pada gunung berapi itu.
Bahkan, seorang penulis kelahiran Skotlandia, Simon Winchester, mencoba merangkum dengan apik cerita dan fakta seputar Krakatau. Cerita yang dilengkapi fakta-fakta ilmiah disuguhkan dalam sebuah buku berjudul Krakatoa, The Day the World Exploded: August 27, 1883, yang diterjemahkan dalam buku berbahasa Indonesia dengan judul Krakatau, Ketika Dunia Meledak, 27 Agustus 1883.
Nama Krakatau menjadi terkenal setelah meletus pada 27 Agustus 1883. Letusan mahadahsyat yang menimbulkan bencana paling besar kala itu. Suara letusan Krakatau terdengar hingga radius 4.600 kilometer dari pusat ledakan di Selat Sunda.
Krakatau meletus diikuti dengan tsunami yang menyapu lebih dari 295 kampung di pesisir pantai barat Banten, dari Merak, Anyer, Labuan, Panimbang, Ujung Kulon, hingga Cimalaya di Karawang, Jawa Barat. Kawasan di selatan Sumatera pun tak luput dari gelombang tsunami akibat meletusnya Gunung Krakatau. Lebih dari 36.000 orang menjadi korban dalam bencana besar itu.
Sebelum meletus, Krakatau merupakan sebuah pulau besar yang terbentuk dari tiga gunung berapi, yakni Rakata, Perbuatan, dan Danan. Setelah meletus, Gunung Perbuatan dan Danan serta sebagian Rakata lenyap.
Letusan menyisakan tiga pulau yang diberi nama Pulau Sertung, Pulau Rakata atau Krakatau Besar, dan Pulau Panjang atau Krakatau Kecil. Rakata yang terletak paling selatan merupakan pulau dengan bukit tertinggi, yakni mencapai 813 meter di atas permukaan laut. Adapun tinggi Pulau Panjang di utara Rakata hanya 132 meter dan Pulau Sertung di barat laut Rakata memiliki ketinggian 182 meter di atas permukaan laut.
Sekitar 44 tahun kemudian, yakni pada Desember 1927, muncul semburan baru di tengah-tengah ketiga pulau pecahan Krakatau Purba. Gunung berapi baru itu pun kemudian diberi nama Gunung Anak Krakatau, yang kini memiliki ketinggian lebih kurang 315 meter di atas permukaan laut.
Eksotis
Setelah 125 tahun Krakatau Purba meletus, terdapat empat pulau yang tersisa untuk dinikmati di Kepulauan Krakatau itu. Pulau Rakata di sisi selatan, Sertung di sisi barat laut, Pulau Panjang di timur laut dengan Anak Krakatau berada di tengah-tengahnya.
Gugusan pulau yang menjulang di tengah laut itu terlihat eksotis. Awan putih seakan tak pernah lepas menggantung di atas Gunung Anak Krakatau.
Burung-burung camar yang beterbangan di atas gunung menambah keindahan yang dipancarkan dari tengah Selat Sunda. Burung-burung itu pun menandakan Anak Krakatau sudah aman untuk didekati.
Laut, yang seakan memeluk gunung, terlihat biru bersih. Hingga berbagai jenis ikan yang berenang di bawah laut pun tampak jelas dari atas kapal.
Ada banyak cara untuk menikmati eksotisme Krakatau. Salah satunya dengan cara berkeliling, melihat keindahannya dari atas kapal. Tanpa harus turun ke kaki gunung, wisatawan sudah bisa mengabadikan pesona Anak Krakatau dari atas kapal.
Tapi, jika ingin menikmati pemandangan yang lebih indah, cobalah turun di Pulau Rakata atau bahkan di kaki Gunung Anak Krakatau. Tentu saja harus tetap mengindahkan peringatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana atau Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau.


Sumber : Kompas Cetak

Advertisment